Home » » cara budidaya ikan cupang dan pemijahan

cara budidaya ikan cupang dan pemijahan

Beternak ikan hias jenis cupang sebenarnya terbilang susah-susah gampang. Namun apabila ditelateni, hobi yang bisa sekaligus dijadikan usaha ini bisa menjanjikan suatu keuntungan, terlebih di zaman sekarang dimana lapangan kerja yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja. Untuk memulai ternak ikan cupang, kita mesti terlebih dulu mengetahui langkah-langkahnya.
budidaya ikan cupang sendiri relatif tidak membutuhkan lahan terlalu luas. Lahan yang dibutuhkan hanya sekitar 5 meter persegi. Dari sisi pakan juga cukup gampang disediakan karena ikan cupang tidak membutuhkan pakan khusus. Untuk pakan benih ikan cupang, biasanya diberikan pakan alami seperti daphnia sp atau kutu air yang dapat ditemukan di area-area yang tergenang air seperti selokan. Pada tahap perkembangan, umumnya anak ikan diberi pakan kutu air yang diselingi pemberian cacing rambut. Sedang untuk induk biasanya diberikan pakan berupa jentik-jentik nyamuk. 

Ciri-ciri khusus ikan cupang  

Sebelum mulai beternak ikan cupang, kita perlu mengetahui ciri-ciri khusus yang dimiliki ikan cupang jantan dan betina. Untuk pejantan biasanya memiliki warna yang indah, siripnya panjang agak menyerupai sisir jenis serit. Itulah kenapa ada yang menyebut ikan cupang dengan istilah cupang serit. Sedangkan ikan cupang betina warnanya kurang menarik (agak kusam) dan bentuk siripnya lebih pendek dibandingkan ikan jantan. 
Ikan cupang yang siap untuk dipijahkan juga memiliki ciri-ciri khusus, baik untuk ikan jantan dan betinanya. Ciri-ciri tersebut adalah:

Ikan cupang jantan (berumur kurang lebih 4 bulan)
    - wujud sirip dan badannya panjang dan warnanya indah 
    - memiliki gerakan yang lincah dan agresif 
    - kondisi tubuhnya sehat atau tidak terserang penyakit
Ikan cupang betina (berumur kurang lebih 4 bulan)
    - wujud badan berbentuk bulat putih pada sekitar area perut (menandakan siap kawin)
    - memiliki gerakan lambat 
    - siripnya pendek serta warnanya kurang menarik.
    - keadaan tubuhnya sehat

Pemilihan wadah  

Wadah yang digunakan untuk beternak ikan cupang biasanya berupa akuarium atau bak semen dengan ukuran tidak terlalu besar yaitu sekitar 100 x 40 x 50 cm untuk akuarium dan 1 x 2 m untuk bak semen. Selain itu, sediakan juga wadah untuk pemijahannya dengan ukuran lebih kecil daripada wadah pembesaran semisal akuarium kecil, ember, atau baskom. 

Untuk pembudidayaan secara besar-besaran, gunakan bak semen dengan ukuran sekitar  1.5 x 3 m. Sedang proses pemijahan dilakukan di pinggir bak dengan menggunakan kotak-kotak dari papan yang depannya diberi semacam penyaring dari kasa plastik. Saringan ini digunakan agar benih ikan bisa keluar dari kotak pemijahan dan induknya masih berada di dalam wadah pemijahan. Untuk ukuran kotak yang digunakan sebagai wadah pemijahan yakni sekitar 20 x 20 cm.


Pemijahan 

Ikan cupang berkembang biak dengan cara bertelur. Telur ikan cupang biasanya menempel pada bahan sejenis substrat seperti serabut rapia, akar tanaman, atau daun-daun. Untuk memulai proses pemijahan, kita harus menyiapkan lebih dulu wadah pemijahan. Ketika wadah pemijahan beserta indukan jantan dan betina telah disiapkan, maka pemijahan bisa dimulai. Untuk langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:  

Siapkan wadah berupa akuarium kecil atau baskom yang bersih.

Isikan air bersih ke dalam wadah tersebut hingga ketinggian mencapai 15 – 30 cm

Pisahkan indukan jantan dan betina, beri pakan yang cukup selama 4 - 5 hari

Masukkan indukan jantan terlebih dahulu untuk dibiarkan seharian ke dalam wadah pemijahan yang    sebelumnya sudah diberi substrat atau tanaman air (semacam serabut rapia atau eceng gondok). Tutup wadah menggunakan penutup apa saja 

Setelah 1 hari, maka pada sore harinya indukan betina yang sudah masak telur bisa dimasukan ke dalam tempat pemijahan tersebut. Umumnya menjelang keesokan paginya, ikan sudah bertelur dan telurnya menempel pada serabut rapia atau daun dengan bentuk seperti busa.  

Bila sudah demikian, selekasnya pindahkan induk jantan dan betina untuk proses perawatan telur lebih lanjut 

Selama 2-3 hari, telur tersebut akan menetas. Anak ikan cupang tersebut belum diberi makan dulu karena masih terdapat kuning telur dalam tubuhnya.

Setelah 2-3 hari, kemudian anak-anak ikan cupang tersebut perlu diberi pakan infosuria selama 3 hari, lalu dilanjutkan dengan pemberian pakan kutu air (disaring) selama 10 hari, hingga seterusnya dilanjutkan dengan kutu air yang tanpa disaring.

Pembesaran anak

Ketika anak-anak ikan cupang atau burayak sudah dapat berenang dan kuning telurnya habis, sediakanlah media yang lebih besar untuk wadah pembesaran. Untuk langkah-langkahnya sendiri sebagai berikut:

Pindahkan anakan ikan bersamaan dengan induk jantannya

Beri benih ikan dengan pakan kutu air lalu tutup wadah

Menjelang 10 hari, anak ikan dapat dipindahkan ke wadah lain

Selanjutnya tiap-tiap 1 minggu, pindahkan ikan ke wadah lain agar ikan lebih cepat pertumbuhannya

Panen

Langkah panen bisa dilakukan ketika ikan cupang sudah mencapai umur 1 bulan.  Menjelang umur itu, ikan cupang bisa dipilih atau diseleksi. Ikan yang memiliki kualitas baik dari hasil seleksi bisa dipisahkan dengan meletakkannya ke dalam wadah botol-botol khusus agar dapat tumbuh dengan baik, selain itu juga untuk menghindari perkelahian sesama ikan cupang. Setelah menginjak umur 1.5 sampai 2 bulan, ikan cupang hias akan mulai menampakkan keindahannya, ini tandanya ikan sudah bisa dipasarkan.

Demikianlah langkah-langkah yang bisa kita jadikan acuan untuk mulai beternak ikan cupang Yang pasti, diperlukan suatu ketelatenan dalam melakukan usaha budidaya semacam ini. Beruntung bagi anda yang memang melandasinya dengan kegemaran atau hobi sehingga dapat melakukannya dengan senang hati. Semoga dapat bermanfaat. 

Written by : Your Name - Describe about you

Forum ABATA GROUP penyedia benih ikan air tawar bibit gurame,lele,nila,ikan mas/tombro,karper,bawal dan patin dari ukuran kuku sampai jempol melayani pengiriman di seluruh indonesia melalui cargo pesawat -081328030055.

Join Me On: Facebook | Twitter | Google Plus :: Thank you for visiting ! ::

0 komentar:

Posting Komentar